REVIEW JURNAL PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

TOPIK:

Tahap Perkembangan Erik Erikson

PENULIS:

Donald Capps

TAHUN:

27 April 2007

JUDUL:

Mother, Melancholia, and Play in Erik H. Erikson’s
Childhood and Society

JURNAL:

J Relig Health

VOL. DAN HALAMAN:

Vol.46 dan Hal. 591–606

LANDASAN TEORI:

Jurnal ini difokuskan pada hubungan antara melankoli anak dan konflik dengan ibu otoritas, dan menarik perhatian pada peran restoratif humor. Pada jurnal ini, penulis membahas dua dari tiga bab dalam bagian tiga,”Perkembangan Ego,” buku besar pertama Erikson, Anak dan Masyarakat [Erikson, Anak dan masyarakat. Jakarta: W. W. Norton, 1950, Anak dan masyarakat (rev. edition). Jakarta: W. W. Norton, 1963]. Penulis mempelajari tema hubungan melankoli dan ibu, tetapi fokus pada peran restoratif bermain. Penulis menafsirkan perbedaan antara dua kasus dalam yang dikemukakan Sigmund Freud, ”Mourning dan melankoli” [Freud, Mourning dan melankoli.

METODE DAN SUBJEK:

Penulis mengulas kasus yang dikerjakan Erikson mulai bab tentang Jean, gadis 5 tahun penderita skizofrenia. Jean selalu merasa aneh ketika tiba di rumahnya lagi setelah meninggalkan rumahnya untuk beberapa waktu, dia mengamuk dan histeris sehingga membuat ibunya menjadi histeris. Jean berlari dan mengelilingi bagian rumahnya, setelah menemukan bantal, ia kemuadian memeluk dan berbicara dan tertawa terbahak-bahak dengan objek bantalnya itu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis. Dimana Erikson mulai menganalisa kejadian-kejadian yang dialami oleh si penderita skizofrenia dengan cara menanyakan kepada ibunya hal-hal yang pernah dialami sang penderita di masa lalunya.

INSTRUMEN:

Erikson mengusulkan rencana pengobatan awal yaitu sebagai berikut:
Memperhatikan bahwa Jean tidak tinggal bersama orangtuanya selama berbulan-bulan. Ia mengusulkan bahwa Jean harus dikembalikan ke rumah keluarganya
dan untuk beberapa waktu yang lama, ibu harus mengambil alih perawatan Jean di bawah bimbingan Erikson. Ibunya harus menumbuhkan kembali sikap percaya Jean kepada dirinya.

HASIL:

Dengan metode yang digunakan Erikson, Jean kembali menumbuhkan rasa percaya diri dan percaya kepada orang tuanya. Alhasil, Jean menjadi percaya diri dan mulai bisa memainkan piano. Hal ini adalah salah satu kejutan yang begitu menakjubkan dalam kasus yang diteliti oleh Erikson.

KESIMPULAN:

Kasus ini menggambarkan kelemahan ego esensial yang menyebabkan anak-anak ini akan terpengaruh pada satu waktu dengan ‘drivenness’ difokuskan pada bagian lain suatu individu.
Hal ini dalam pandangannya, bahwa mereka gagal untuk dapat belajar, mengingat, dan untuk unggul, biasanya di beberapa upaya artistik yang mencerminkan mitra sensorik fiksasi mereka dasarnya lisan. Ini hanyalah bahwa mereka tidak dapat mengintegrasikan semuanya, ego mereka adalah impoten. Penderita pkizofrenia saat ia tumbuh dewasa, perbedaan antara kronologis usia dan perilakunya menjadi sangat berbeda ditandai dengan asosiasi dengan anak-anak sebayanya.

SUMBER: http://utamitamii.blogspot.com/2012/03/contoh-review-jurnal.html

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s